Laut China Selatan Memanas, Armada Militer AS Terlalu Kuat Untuk China - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Saturday, 18 July 2020

Laut China Selatan Memanas, Armada Militer AS Terlalu Kuat Untuk China

USS Nimitz Carrier Strike Group
Jakarta, ZONASATU - Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) ternyata tidak berdaya menghadapi unjuk kekuatan militer Amerika Serikat yang terus bermanuver di perairan Laut China Selatan dimana 90 persen wilayah tersebut diklaim masuk kedalam peta teritorinya.

Dalam unjuk kekuatan pada Jumat (17/7/2020) tersebut, AS mengerahkan dua kapal induk yaitu USS Nimitz Carrier Strike Group (CSG) dan USS Ronald Reagen CSG yang dikawal sejumlah kapal perusak  dengan model latihan high end duel carrier.

Latihan tersebut digelar di Laut China Selatan tepat didepan mata militer Xi Jinping.

Kekuatan tempur AS itu dikerahkan dengan dalih melakukan operasi keamanan maritim dan upaya kerja sama keamanan teater Laut China Selatan.

“Grup Pemogokan Nimitz dan Reagan Carrier beroperasi di Laut Cina Selatan, di mana pun hukum internasional mengizinkan, untuk memperkuat komitmen kami pada Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, sebuah peraturan berdasarkan aturan internasional, dan kepada sekutu dan mitra kami di kawasan ini,” kata Komandan Nimitz Carrier Strike Group, Laksamana Muda Jim Kirk dikutip dari cpf.navy.mil, Jum'at (17/7/2020).

AS mengatakan keamanan dan stabilitas sangat penting untuk perdamaian dan kemakmuran bagi semua bangsa, sehingga kehadiran mereka di Pasifik selama 75 tahun sangat penting.

Total ada 12.000 pasukan yang dibawa oleh dua kapal induk tersebut dimana mereka akan terus melakukan latihan udara taktis guna menjaga kesiapsiagaannya menghadapi ancaman. Namun secara khusus kehadiran mereka diproyeksikan untuk menghadapi kekuatan militer PLA yang selama ini dianggap mengusik kedaulatan wilayah negara - negara di Indo-Pasifik.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu ketegangan di sekitar Luat China Selatan meningkat ketika tentara PLA melakukan latihan militer selama lima hari berturut-turut di Kepulauan Paracels yang diklaim oleh Vietnam sebagai wilayah negara Vietnam. 

Protes keras pun disampaikan oleh Vietnam di forum ASEAN dengan menuding China telah melakukan tindakan provokasi kepada negara-negara dengan melancarkan latihan militer di Pulau Paracel. Selain Vietnam, Filipina juga mengambil langkah sama dimana menurut Filipina, kegiatan militer China itu sebagai salah satu upaya China untuk menggencarkan klaim terhadap wilayah perairan China kepada negara-negara tetangga yang berbatasan dengan Laut China Selatan.

Melihat agresifitas militer China di Laut China Selatan, seketika AS mengerahkan dua kapal induknya mendekati lokasi latihan China dengan keadaan siaga perang. AS berdalih kedatangannya adalah untuk latihan militer dan melakukan operasi menjaga keamanan di kawasan jalur perairan internasional. 

Militer China benar-benar tidak berkutik dibuat AS. Kehadiran armada tempur AS di Laut China Selatan telah membangkitkan perlawanan negara-negara di Indo-Pasifik untuk menghadapi China.

Bisa dikatakan China hari ini dikeroyok oleh negara-negara sekutu AS yang berada di wilayah Laut China Selatan.

Vietnam, Brunai Darussalam, Australia, Filipina, dan Malaysia semua kompak mengutuk keras upaya klaimisasi yang dilakukan oleh Beijing terhadap wilayah Laut China Selatan.

Editor: Cassandra
Foto: Ist
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?