Militer Mesir Dilarang Parlemen Keluar Kandang, Pertempuran Melawan Turki di Libya Tidak Akan Terjadi - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Thursday, 23 July 2020

Militer Mesir Dilarang Parlemen Keluar Kandang, Pertempuran Melawan Turki di Libya Tidak Akan Terjadi

Pengerahan militer Mesir dibatasi parlemen
Mesir, ZONASATU - Keinginan Presiden Mesir Abdul Fattah as-Sisi untuk mengerahkan pasukannya ke Libya melawan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) dan militer Turki membuat situasi politik di Mesir bergejolak.

Parlemen Mesir tidak setuju As-Sisi mengeluarkan kekuatan militer masuk ke Libya untuk membantu Tentara Nasional Libya (LNA).

Namun, parlemen setuju jika militer Mesir dikerahkan di sekitar perbatasan Libya alias bertahan disisi barat.

Dengan begitu, pertempuran di Kota Sirte Libya antara Turki dan tentara bayarannya yang mem-backup GNA melawan Mesir tidak akan terjadi.

Dilansir dari Sputnik, ini merupakan pertama kalinya bagi Mesir dimana Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjatanya mendapat pembatasan dari otoritas parlemennya.

"Mesir boleh terlibat dalam pertempuran tapi hanya disekitar perbatasan barat dan selatan." ungkap salah satu pejabat mesir yang tidak ingin disebutkan namanya, Rabu (22/7/2020).

Saat ini Mesir tengah menghadapi ancaman yang lebih serius yakni adanya kelompok-kelompok di Mesir yang berafiliasi dengan organisasi teroris. Belum lagi dalam waktu dekat Mesir juga akan kembali memperpanjang masa darurat terorisme hingga 3 bulan kedepan.

Sehingga opsi pengerahan pasukan militer untuk berperang ke Libya dianggap tidak terlalu urgent jika melihat adanya potensi gangguan keamanan yang bisa saja muncul kapan saja di Mesir.

Militer hanya bisa dikerahkan diperbatasan, usai menjalankan misi mereka dapat segera ditarik kembali dan tidak ikut memulai perang di Libya. Namun meskipun demikian, bukan berarti Mesir akan membiarkan LNA berperang sendiri.

Sejumlah pertemuan tertutup Komite Keamanan Nasional dengan Dewan Pertahanan Tertinggi Mesir dilakukan untuk membahas langkah-langkah pengerahan unsur angkatan bersenjata untuk melakukan operasi militer di luar negeri dan itu artinya mesir akan memaksimalkan peran intelijen untuk membantu LNA.

Editor: Indarti
Foto: Ist
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?