Militer Turki Disebut Sedang Mencari Tahu Kelemahan Sistem Pertahanan Udara S-400 Rusia - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Saturday, 11 July 2020

Militer Turki Disebut Sedang Mencari Tahu Kelemahan Sistem Pertahanan Udara S-400 Rusia

Sistem pertahanan udara S400 Rusia
Moskow, ZONASATU - Sejumlah pengamat sedang memperhatikan aktifitas militer Turki yang disebut sedang mencari tahu titik lemah sistem pertahanan udara Rusia S400. Turkipun juga sudah melakukan serangkaian pengujian di pangkalan udara Murted yaitu menghadapkan S400 dengan pesawat tempur F-16 dan F-4 buatan AS.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh pensiunan Letnan Jenderal Alexander Luzan, mantan Wakil Komandan Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Darat Soviet yang mengungkapkan uji coba itu memungkinkan militer Ankara untuk mempelajari secara spesifik penggunaan surface-to-air missiles (SAMs) Rusia.

Menurut Luzan, militer Turki sedang mengevaluasi efektifitas sistem pertahanan udara tersebut sejak November 2019 lalu dan dikonfirmasi oleh sumber intelijen yang memiliki koneksi dengan industri pertahanan Ankara.

"Selama pengujian sistem rudal anti-pesawat s-400, militer Turki mendeteksi pesawat dan melakukan apa yang disebut peluncuran elektronik pada mereka. Ini memungkinkan Anda untuk secara bersamaan mempelajari fitur-fitur aplikasi, mengevaluasi keefektifan, dan mungkin tujuan lain adalah menemukan titik lemah dari sistem," kata Luzan seperti dikutip FN News, Jumat (10/07/2020).

Terkait uji coba yang dilakukan terhadap sistem Hanud S400 dengan dua jenis pesawat tempur buatan AS, pemerintah maupun militer Turki saat dikonfirmasi tidak ada yang buka suara dan memilih diam. Namun media Turki sudah ada yang merilis video uji coba tersebut ke laman resminya.

Diketahui September 2017, Rusia menandatangani kontrak senilai USD2,5 miliar untuk memasok sistem pertahanan rudal S-400 kepada Turki. Batch pertama dikirim ke Ankara pada Juli 2019, meskipun ada protes dari NATO bahwa senjata pertahanan itu akan merusak sistem pertahanan NATO, di mana Ankara merupakan anggota dari aliansi tersebut.

Dampak lainnya, Amerika Serikat secara resmi mengusir Turki dari program multinasional jet tempur siluman F-35 karena membeli sistem pertahanan rudal S-400 pada Juli 2019. Namun, pabrikan Turki sejauh ini masih memasok suku cadang untuk jet tempur canggih tersebut.

Editor: Cassandra
Foto: Ist
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?