Turki Akan Gunakan S-400 Rusia Untuk Melawan Pesawat Tempur Rafale di Libya - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Thursday, 16 July 2020

Turki Akan Gunakan S-400 Rusia Untuk Melawan Pesawat Tempur Rafale di Libya

Pesawat tempur Perancis Dassault Rafale
Ankara, ZONASATU - Pertemuan antara sistem pertahanan udara canggih S-400 Rusia dengan pesawat tempur Dassault Rafale dan Mirage Perancis dalam waktu dekat ini akan segera menjadi kenyatan di Libya.

Hal ini dikarenakan Turki yang memiliki S-400 akan menempatkannya disejumlah lokasi untuk menangkal serangan udara pesawat tempur Perancis dan Mesir.

Sebelumnya pangkalan militer Turki Al-Watiyah yang berada di Libya mendapat serangan udara dari pesawat tempur jenis Rafale yang memasuki wilayah Libya tanpa terdeteksi radar.

Saat itu pangkalan udara Al-Watiyah hanya dilengkapi MIM-23 Hawk sebagai senjata penangkal serangan udara. Padahal didalam pangkalan tersebut dihuni oleh pesawat tempur F-16, Bayraktar B2 dan Anka S-drone.

Dilansir dari EurAsian Times, aksi penerobosan Rafale yang begitu mudah melewati radar pertahanan Turki dan tidak mampu diatasi oleh MIM-23 Hawk menjadi perbincangan besar oleh sejumlah pejabat di Ankara.

Sistem pertahanan udara MIM-23 Hawk
Sehingga keputusan untuk menyebar sistem pertahanan udara S-400 di Libya menjadi opsi utama yang tak terelakan untuk melawan pesawat tempur Rafale Perancis.

S-400 adalah salah satu sistem pertahanan udara tercanggih buatan Rusia yang dibeli Turki untuk menjadi payung udara wilayahnya. Karena kemampuannya yang dapat melacak, mendeteksi dan menghancurkan sasaran udara dalam jarak 400 km, S-400 menjadi salah satu momok menakutkan bagi pesawat tempur yang dimiliki blok barat.

Apalagi tahun lalu Turki sempat melakukan uji coba mempertemukan S-400 dengan pesawat tempur miliknya F-16 untuk mencari celah kelemahan antara pesawat tempur buatan blok barat dengan sistem pertahanan udara blok timur.

Dengan adanya serangan udara yang dilancarkan oleh Rafale membuat Turki semakin yakin S-400 adalah solusi yang harus dihadirkan di Libya sekaligus untuk menghindarkan Turki dari sanksi AS yang melarang Turki membeli S-400 dari Rusia. 

Editor: Indarti
Foto: Ist
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?