Ditetapkan Polisi sebagai Tersangka, mantan Direktur Komersial PT PPI mangkir dari panggilan penyidik - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Saturday, 8 August 2020

Ditetapkan Polisi sebagai Tersangka, mantan Direktur Komersial PT PPI mangkir dari panggilan penyidik



Jakarta, ZONASATU
-
  Penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya (Ditreskrimsus PMJ) telah menetapkan mantan Direktur Komersial PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Tbk, Trisilo Ari Setyawan (TAS)  sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi  penjualan impor daging sapi asal Australia. 

 

Kasus tersebut terjadi pada tahun 2016 hingga 2017 silam saat TAS masih menjabat sebagai Direktur Komersial PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). TAS sendiri saat ini menjabat sebagai  Direktur Utama PT Kawasan Industri Medan (KIM).

 

Ditreskrimsus PMJ sendiri sejak 14 April 2020 lalu telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) untuk mengusut soal dugaan korupsi penjualan daging sapi impor yang dilakukan PT PPI dengan kongsinya PT Agrochemindo Niagatama Sukses Makmur (ANSM) yang terjadi pada Oktober 2016 hingga awal 2017 lalu. Dimana dalam kasus tersebut melibatkan TAS sebagai Direktur Komersial PT PPI

 

Penyidik sendiri sejatinya sudah melayangkan surat pemanggilan kepada TAS sebagai tersangka  pada Rabu (29/7/2020) lalu. Namun TAS sendiri yang sedianya akan diperiksa oleh Subdit V Korupsi Ditreskrimsus PMJ justru mangkir dari panggilan tersebut.

 

Redaksi Zonasatu.co,id sendiri telah mendapatkan bukti pemeriksaan itu dengan beredarnya surat panggilan dari Polda Metro Jaya Nomor: Spgl/2353/VII/RES.3.3/2020/Ditreskrimsus tertanggal 20 Juli 2020 yang ditandatangani Dirreskrimsus PMJ Kombes Roma Hutajulu SIK, M.Si, pada Senin (20/7/2020) lalu.

 

Dalam surat itu tertera jelas bahwa kasus yang menjerat Dirut PT KIM ini terjadi saat TAS menjabat sebagai Direktur Komersial PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Tbk. Kasus tersebut diduga  merugikan keuangan negara sekitar Rp 33 miliar.

 

Pemeriksaan terhadap TAS tersebut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan/atau Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Dalam surat tersebut dijelaskan pula, pertimbangan atas pemanggilan itu bahwa untuk kepentingan pemeriksaan dalam rangka penyidikan tindak pidana sesuai dengan surat penyidikan bernomor Sprin.Sidik/1210/IV/RES.3.3/2020/Ditkrimsus tertanggal 14 April 2020.

 

Dalam surat panggilan tesebut TAS sendiri tercatat sebagai warga Kav. Marinir Blok AB 9/24 RT 008 RW 013, Kel. Pondok Kelapa, Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur. Namun TAS mangkir dalam panggilan tersebut.

 

Redaksi pun mencoba menghubungi Dirreskrimsus PMJ,  Kombes Pol. Roma Hutajulu untuk mengkonfirmasi lebih lanjut terkait kasus tersut termasuk mangkirnya TAS dari panggilan penyidik termasuk terhadap panggilan kedua. Namun Kombes Roma belum menjawab respon telepon redaksi.

 

Redaksi juga mencoba menghubungi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus untuk mencari informasi mengenai perkembangan kasus tersebut. Namun dirinya menjawab, “Saya belum dapat informasinya. Coba pekan depan saya coba untuk cek dulu,” ujar Yusri.

 

Seperti diketahui, kasus yang menyeret Dirut PT KIM ini terungkap saat Polda Metro Jaya mengusut dugaan korupsi penjualan daging sapi impor PT PPI dengan kongsinya PT ANSM pada Oktober 2016 hingga awal 2017.

 

Selain terhadap TAS, penyidik juga menetapkan anggota staf manajer berinisial TF sebagai tersangka. Selain itu status tersangka juga ditetapkan kepada Direktur Utama PT ANSM berinisial EJJB. Sementara Agus Andiyani yang  merupakan Direktur Utama PT PPI pada periode Juli 2016- April 2020 juga telah dimintai keterangan oleh penyidik dan  masih berstatus sebagai saksi.

 

Seperti diketahui, PT PPI sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang ekspor, impor, dan distribusi. Saat ini, PT PPI fokus pada penjualan komoditi reguler seperti perdagangan pupuk dan pestisida, farmasi dan alat kesehatan, produk konsumsi, bahan bangunan dan alat-alat pertanian. Untuk komoditi non-reguler yang saat ini sedang berjalan adalah importasi gula.



Editor: Wawan
Foto: Ist
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?