Duta Damai diharapkan Fokus Menyampaikan Pesan Perdamaian di Dunia Maya - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Saturday, 17 October 2020

Duta Damai diharapkan Fokus Menyampaikan Pesan Perdamaian di Dunia Maya


Semarang, ZONASATU
-
  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) baru saja mengukuhkan regenerasi Duta Dama untuk regional Jawa Tengah tahun 2020. Dengan adanya regenerasi ini diharapkan ada pembaruan di Duta Damai regional Jawa Tengah baik dalam hal semangat maupun dalam ide-ide dan kreatifitas, sehingga dapat memacu tumbuhnya karya-karya dan konten yang lebih fresh.

Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis dalam arahannya saat mengukuhkan pada acara Regenerasi Duta Damai Dunia Maya Regional Jawa tengah yang berlangsung di Semarang, Jumat (16/10/2020) menjelaskan bahwa Duta Damai Jawa Tengah ini harus fokus pada satu hal pokok saja. Tidak perlu menggubris atau membicarakan apapun tentang pertikaian yang ada di dunia maya. 

”Hoaks-hoaks atau segala macamnya itu tidak perlu kalian komentari, tugas kalian itu adalah memberikan narasi-narasi positif tentang NKRI, tidak usah ikut campur terhadap hal-hal yang lain-lain. Biarkan saja,” ujar Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis di Semarang, Jumat (16/10/2020).

Lebih lanjut Deputi I BNPT mengatakan bahwa BNPT khususnya Direktorat Pencegahan di Kedeputian yang dipimpinnya ini telah melakukan regenerasi untuk Duta Damai yang sudah berjalan sebanyak 6 kali sepanjang tahun 2020. 

”Sepanjang tahun 2020 ini kami telah melaksanakan regenerasi Duta Damai dimulai dari Provinsi Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Timur dan sekarang ini Provinsi Jawa Tengah,” ucap mantan Dansat Intel Bais TNI itu.


Pada acara pengukuhan Duta Damai Dunia Maya Jawa Tengah yang juga dihadiri langsung Gubernur Jawa Tehnga, Ganjar Pranowo tersebut alumni Akmil tahun 1986 ini menyebut bahwa misalnya muncul berita-berita hoaks atau kebencian bisa ditutupi dengan menyuarakan hal-hal positif. Karena menurutnya hal ini juga sesuai dengan ajakan Gubernur Jawa Tengah untuk terus menyuarakan perdamaian.

”Bapak Ganjar Pranowo, bapak Gubernur mengharapkan Duta Damai Jawa Tengah ini agar bisa mengisi dunia maya dengan menyebarkan konten-konten positif dan perdamaian,” terangnya.

Untuk itu mantan mantan Komandan Korem 173/Praja Vira Braja ini berharap kepada para anggota Duta Damai ini untuk tidak lelah dan terus bersemangat dalam menebar perdamaian melalui dunia maya. 

“Karena kami menyadari betapa pentingnya suatu gerakan bersama khususnya generasi muda untuk selalu memberikan pembanding sekaligus pencerahan bagi masyarakat dengan membanjiri dunia maya dengan konten positif dan pesan perdamaian,” kata mantan Komandan Grup 3/Sandi Yudha Kopassus ini mengakhiri. \

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara tersebut juga menyampaikan sambutannya kepada Duta Damai Jawa Tengah bahwa sebetulnya para pendiri bangsa ini telah memikirkan betul hingga akhirnya Indonesia memakai Bhineka Tunggal Ika saat ini.

”Kenapa seperti itu? karena kita tidak mungkin sama pasti berbeda-beda, itu kan bijak. Karena perbedaan itu given, kita terima, maka mari kita cari persamaannya,” ujar Ganjar Pranowo 


Karena itulah menurutnya kemudain ada Sila Persatuan Indonesia di dalam Pancasila. Karena itu untuk merekatkan kita-kita yang berbeda ini. Karena itulah ia menyampaikan bila ada perbedaan, baik itu perbedaan pendapat atau yang lain alangkah baiknya disampaikan dengan cara-cara yang santun.

”Karena itu misal kita mau menyampaikan pendapat, tidak perlu sampai mengeluarkan kata-kata kasar, menyuarakan pendapat boleh tapi yang santai saja, tidak perlu kasar. Maka inilah tugas kalian sebagai agen perdamaian untuk mengisi dunia maya dengan konten-konten yang menyejukkan,” ucapnya.

Sementara itu Budayawan, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw yang turut hadir sebagai narasumber untuk memberikan materi mengenai kearifan lokal menyampaikan apresiasinya atas kegiatan Duta Damai yang diselenggarakan oleh BNPT denganmenggandeng generasi milenial. Menurutnya, generasi inilah yang juga menguasai teknologi informasi saat ini yang menjadi medan perang saat ini. Sehingga dengan keterlibatan mereka ini, upaya-upaya deradikalisasi, upaya-upaya counter narasi terhadap radikalisme bisa semakin efektif. Tapi memang perlu dilakukan pendampingan terhadap anak-anak ini.

”Mereka harus bisa memahami, tentang kearifan lokal yang ada di daerahnya. Mereka bisa mengekplorasi budaya-budaya lokal yang ada untuk menjelaskan narasi-narasi keagamaan tanpa perlu kearab-araban, meskipun kita juga tikda kita benci arabisme,” ujarnya.

Editor: Adri Irianto
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?