Ini susunan Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah yang dipimpin Erick Thohir - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Sunday, 31 January 2021

Ini susunan Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah yang dipimpin Erick Thohir


Jakarta, ZONASATU
Menteri BUMN Erick Thohir telah ditetapkan sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dalam Musyawarah Nasional Sabtu (23/1/2021). Setelah terpilih menjadi ketua umum, Erick pun membentuk kepengurusan di dalamnya.

Ada 62 orang yang masuk dalam kepengurusan MES periode 2021-2024 yang terdiri atas Dewan Pembina, Dewan Pakar, Dewan Penggerak, Dewan Penyantun, dan Badan Pengurus Harian.

Selain Erick, pengurus lainnya mulai dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Ketua DPR Puan Maharani, Arini Subianto, hingga Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Patria Sjahrir. Mereka digaet Erick melalui koordinasi dan konsolidasi intens dengan beberapa pihak.

Erick mengatakan, pengurus MES juga memiliki pengalaman, potensi serta komitmen kuat dalam pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah. Beragam latar belakang pengurus diyakini akan membuat MES lebih inklusif dan gerak organisasi lebih lincah dan kuat.

Dalam penyusunan struktur, Erick dibantu oleh Iggi Achsien sebagai Sekretaris Jenderal. Erick mengatakan kepengurusan di bawah kepemimpinannya akan fokus pada pengembangan sektor riil. MES juga akan berjuang dalam pengembangan ekonomi keumatan.

"Kami berkomitmen, agar MES dapat banyak berperan dalam penguatan sektor usaha riil. MES akan berikhtiar untuk berkontribusi pada pengembangan ekonomi keumatan, kerakyatan, dan kebangsaan. Dengan struktur kepengurusan yang diisi para profesional dengan berbagai latar belakang yang beragam, sehingga ini akan menjadikan gerak langkah MES lebih adaptif, luwes dan kuat," ujar Erick dalam keterangannya, Minggu (31/1/2021)
.
Rancangan Badan Pengurus Harian MES yang akan membantu Erick sebagai Ketua Umum terdiri dari tiga Wakil Ketua Umum, seorang Sekretaris Jenderal, bendahara Umum, tujuh Ketua, tujuh sekretaris, tujuh bendahara, dan empat koordinator wilayah.

Sedangkan dalam jajaran komite akan ada perampingan, dari sebelumnya 25 komite hanya menjadi 20 komite. Sementara di jajaran dewan, Erick membuat struktur yang  cukup berbeda.

Dewan Pembina dan Dewan Pakar yang sudah ada dalam periode sebelumnya, akan diperkuat dengan Dewan Penggerak dan Dewan Penyantun, yang juga akan diisi para tokoh yang memiliki kepedulian, semangat juang dan komitmen di ekonomi Syariah.

"Di jajaran dewan, periode ini kami menambahkan dua dewan lagi yaitu Dewan Penggerak dan Dewan Penyantun. Ini bukan bermakna akomodatif saja namun lebih dari itu, kita melihat banyak tokoh yang tergerak dan ingin ikut kontribusi dan mengawal pengembangan ekonomi Syariah di Indonesia, dan itu harus kita apresiasi di kepengurusan ini," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MES terpilih, Iggi Achsien menjelaskan pembidangan masing-masing ketua meliputi sektor keuangan, pemberdayaan, keorganisasian, investasi dan kerja sama internasional. Kepengurusan MES juga terbagi dalam sektor usaha 1, sektor usaha 2, dan badan otonom.

Pihaknya menyatakan struktur di jajaran Badan Pengurus Harian sudah rampung dan akan dipublikasikan bersamaan dengan peluncuran logo baru. Jadi pembidangannya disesuaikan dengan kebutuhan yang akan menjadi fokus dan program kepengurusan mendatang.

"Yang sudah rampung disusun adalah susunan Dewan dan Badan Pengurus Hariannya, untuk anggota-anggota dewan dan pengurus komite Insya Allah akan diumumkan bersamaan dengan peluncuran logo baru MES pada pekan-pekan mendatang," pungkas Iggi.

Berikut Susunan Pengurus MES Saat Ini:

Dewan Pembina
Ketua : Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin
Wakil Ketua : Dr. (H.C) Puan Maharani
Wakil Ketua : H. Bambang Soesatyo, S.E., MBA
Wakil Ketua : KH. Miftahul Ahyar
Wakil Ketua : Dr. Agung Firman Sampurna
Wakil Ketua : Prof. Muliaman D. Hadad, Ph.D
Sekretaris : Dr. Sugiharto
Wakil Sekretaris : KH. Sholahuddin Al Aiyub, M. Si

Dewan Pakar
Ketua : Perry Warjiyo, Ph.D
Wakil Ketua : Prof. Wimboh Santoso, Ph.D
Wakil Ketua : Purbaya Yudhi Sadewa, Ph.D
Wakil Ketua : Dr. KH. Hasanudin, M.Ag
Wakil Ketua : Dr. Agus Joko Pramono
Wakil Ketua : Ir. Arif Budimanta MSc
Sekretaris : Ir. Suhaji Lestiadi
Wakil Sekretaris : Ir. Edy Setiadi MSc

Dewan Penggerak
Ketua : Prof. Dr. Muhammad Mahfud M.D
Wakil Ketua : Dr. Sofyan Djalil, S.H, M.A
Wakil Ketua : Retno Marsudi, S.I.P, LL.M
Wakil Ketua : Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita
Wakil Ketua : Dr. (H.C) H. Abdul Halim Iskandar
Wakil Ketua : H. Sandiaga Shalahuddin Uno, BBA, MBA
Wakil Ketua : KH. Yaqut Cholil Qoumas
Sekretaris : Dr. Marsudi Syuhud
Wakil Sekretaris : Ir. Herman Widjojo

Dewan Penyantun
Ketua : M. Arsyad Rasyid
Wakil Ketua : Rosan P Roeslani
Wakil Ketua : Rachmat Mulyana Hamami
Wakil Ketua : Martin Hartono
Sekretaris : Arini Subianto
Wakil Sekretaris : Farhat Brachma

Badan Pengurus Harian
Ketua Umum : H. Erick Thohir
Wakil Ketua Umum 1 : Teten Masduki
Wakil Ketua Umum 2 : Muhammad Lutfi
Wakil Ketua Umum 3 : Bahlil Lahadlia
Sekretaris Jenderal : Iggi H. Achsien
Bendahara Umum : Hery Gunardi
Ketua 1 : Slamet Edy
Ketua 2 : Asrorun Niam Soleh
Ketua 3 : Firdaus Djaelani
Ketua 4 : Friderica Widyasari Dewi
Ketua 5 : Pandu Patria Sjahrir
Ketua 6 : Pahala Mansury
Ketua 7 : Sugeng
Sekretaris 1 : Iskandar Zulkarnain
Sekretaris 2 : Jaenal Effendi
Sekretaris 3 : M. Buchori Muslim
Sekretaris 4 : Teguh Santoso
Sekretaris 5 : Mahendra Adi Negara
Sekretaris 6 : Ali Masykur Musa
Sekretaris 7 : Muhammad Bagus Teguh Perwira
Bendahara 1 : Nini Soemohandoyo
Bendahara 2 : Prita Ilham Poempida
Bendahara 3 : Siti Ma’rifah
Bendahara 4 : Yadi Jaya Ruchandi
Bendahara 5 : Abdul Choliq
Bendahara 6 : Thendri Supriyatno
Bendahara 7 : Achmad K. Permana
Koordinator Wilayah Indonesia Barat : Syahrizal Abbas
Koordinator Wilayah Indonesia Tengah : Ahmad Rofiq
Koordinator Wilayah Indonesia Timur : Chaerul Saleh Arief
Koordinator Wilayah Luar Negeri : Muhammad Gunawan Yasni.

Editor: Indarti
Foto: -
Sumber: Kmpr

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


UNESCO menyebutkan Indonesia berada diurutan nomor dua dari bawah soal literasi dunia yang berarti penduduk Indonesia memiliki minat baca yang sangat rendah yaitu 0,001% atau dari 1.000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca. Yuk, perkaya literasi dan biasakan membaca sampai selesai.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?