Respon Menristek Terkait Adanya Dugaan Drone China Menyusup di Perairan Indonesia - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Tuesday, 2 February 2021

Respon Menristek Terkait Adanya Dugaan Drone China Menyusup di Perairan Indonesia

Jakarta, ZONASATU - Sekitar akhir bulan Desember lalu kita dikejutkan dengan adanya temuan benda mirip torpedo bertuliskan huruf China dengan bentuknya yang lonjong memanjang dilengkapi propeler, sayap dan antena di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Setelah dilakukan penelusuran baru diketahui jika benda tersebut adalah drone bawah laut yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Banyak yang menduga jika drone bawah air tersebut sengaja disusupkan China ke perairan Indonesia untuk kepentingan militer khususnya memetakan alur dan kontur bawah laut Indonesia. Namun oleh TNI AL hal tersebut dianggapnya terlalu dini, karena setelah dilakukan pemeriksaan tidak ada tanda atau ciri khusus yang bisa mengidentifikasi jika drone tersebut adalah alat mata-mata bawah air milik China.

TNI AL juga menyebut  drone bawah air atau yang disebut unmanned underwater vehicle (UUV) itu merupakan sea glider yang biasanya digunakan untuk kepentingan riset bawah laut. Tapi tidak menutup kemungkinan jika hasil riset dapat digunakan untuk kepentingan militer.

"Kami tidak menemukan satupun ciri yang dapat mengidentifikasikan benda tersebut milik perusahaan mana" kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono di Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL di Jakarta Utara, 4 Januari 2021.

Terkait adanya drone bawah laut yang ditemukan nelayan di Selayar, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro merespon bahwa Indonesia melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga memiliki armada kapal riset sendiri yaitu Baruna Jaya. Kapal tersebut hingga saat ini terus melakukan riset bawah laut  untuk mendeteksi benda-benda atau obyek tertentu yang berada di bawah laut.


Bahkan Menristek mengatakan jika pihaknya saat ini sedang konsen mengembangkan kapal selam mini sekaligus meningkatkan teknologi sensor bawah laut.

"Perlu dikembangkan submarine (kapal selam) kecil yang dapat mencari atau mendeteksi obyek bawah laut sekaligus meningkatkan teknologi sensornya," kata Menristek Bambang, Kamis 28 Januari 2021.

Dilokasi yang sama, Kepala BPPT Hammam Riza juga mengungkapkan jika sementara ini lembaganya masih fokus pada pengembangan drone udara. Namun menanggapi permintaan TNI AL, pihaknya siap untuk ikut bersama-sama mengkaji dan meneliti drone bawah laut yang ditemukan nelayan. Dimana secara fisik bentuk drone tersebut mirip dengan Sea Wing buatan China.

Sebelumnya penemuan drone bawah laut telah membuat heboh nelayan Sulsel yang awalnya dikira "torpedo" karena bentuknya lonjong dan bersirip. Tidak hanya itu, temuan yang sama juga terjadi di Kepulauan Riau pada Maret 2019 dan di perairan Sumenep pada Januari 2020. Dengan banyaknya temuan itu, akhirnya berkembang asumsi di tengah masyarakat terkait adanya dugaan "mata-mata" yang dilakukan oleh China ke perairan Indonesia.

Editor: Kennedy
Foto: Ist
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?