Sejumlah Teroris yang ditangkap di Sulsel dipindahkan ke Jakarta - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Thursday, 4 February 2021

Sejumlah Teroris yang ditangkap di Sulsel dipindahkan ke Jakarta


Jakarta, ZONASATU
Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri hari ini akan memindahkan sejumlah teroris dari Makassar, Sulawesi Selatan ke Jakarta. Mereka diperkirakan sudah tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, siang nanti.

“Saya membenarkan bahwa besok beberapa tersangka teroris di Makassar akan dibawa ke Jakarta via Gorontalo,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan saat dihubungi, Kamis (4/2/2021).

Kendati demikian, Ramadhan belum mengkonfirmasi jumlah teroris yang diterbangkan ke Jakarta. Polri masih menunggu laporan merinci dari Densus 88.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar, jumlah teroris yang dikirim ke Jakarta sebanyak 17 orang. Namun, Ramadhan belum mau membenarkannya.

“Yang bisa saya katakan benar bahwa besok teroris yang di Makassar itu akan dibawa ke Jakarta, tapi saya jangan membenarkan yang 17, karena itu sumbernya enggak dari Densus,” jelasnya.

Mabes Polri, kata Ramadhan, pukul 11.00 WIB sudah bersiap di bandara Soekarno Hatta untuk melakukan penjemputan. “Karena berangkat dari Makassarnya sekitar pukul 07.00, kemudian dia ke Gorontalo, baru dia mendarat di Jakarta. Ya sekitar pukul 12.00 WIB (sampai bandara),” pungkasnya.

Mabes Polri akan menerapkan pengamanan khusus melibatkan Densus 88 dan Brimob dalam menyambut kedatangan para teroris ini. Hal ini guna memastikan tidak muncul ancaman keamanan akibat pemindahan teroris ini.

Seperti diketahyi, terduga teroris ini dibawa ke Jakarta guna menjalani pemeriksaan secara intensif dan penahanan.

Para terduga teroris itu diangkut menggunakan pesawat carter milik maskapai Lion Air tipe Boeing 737. Mereka dikawal sekitar 50 polisi berseragam dinas dan sipil dari Densus 88 Antiteror Polri.

Pemberangkatan para terduga teroris disaksikan Kapolda Sulsel, Irjen Merdisyam, di Bandara Hasanuddin (bandara lama), di Mandai, Maros, Sulsel. Sejumlah polisi bersenjata lengkap tampak berjaga di sekitar bandara.

Anggota FPI

Sementara itu Kapolda Sulses, Irjen Pol. Merdisyam dalam konferensi pers di bandara, mengatakan, ada 23 terduga teroris ditangkap di beberapa daerah di Sulsel, termasuk di Makassar dan Gowa.

Dari ke-23 orang tersebut, sebanyak 2 tewas ditembak, seorang masih dirawat karena luka tembak, dan seorang lainnya dipulangkan.

"Dari 23 orang itu 19 ditetapkan tersangka, dua tewas ditembak, dan satu masih luka akibat tertembak, dan satu dipulangkan," kata Irjen Merdisyam.

Lebih lanjut, Irjen Merdisyam mengungkapkan, sebagian tersangka merupakan simpatisan FPI.

"Sebagian dari tersangka yang diamankan di Makassar merupakan anggota FPI," ujar mantan Direktur Intelkam Polda Metro Jaya itu.

"Dan dalam hasil pemeriksaan, ditemukan fakta bahwa FPI Makassar bersama kelompok Ansharut Daulah di wilayah Makassar melakukan deklarasi mendukung ISIS dan dilanjutkan dengan baiat kepada ISIS," kata dia lebih lanjut.

"Hampir semuanya simpatisan, anggota dari FPI Makassar, seperti pengakuan dari mereka sendiri," kata Irjen Merdisyam menegaskan lagi.

Dan pemerintah pun sudah menegaskan bahwa FPI atau Front Pembela Islam kini menjadi organisasi terlarang di Indonesia.

Pada 30 Desember 2020, pemerintah Indonesia secara resmi melarang seluruh aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan organisasi yang dipimpin Muhammad Rizieq Shihab itu.

Editor: Wawan
Foto: -
Sumber: JPNN

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?