Kasus Salah Tangkap, 4 Anggota Satnarkoba Polresta Malang Ditahan 14 Hari di Propam - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Saturday, 27 March 2021

Kasus Salah Tangkap, 4 Anggota Satnarkoba Polresta Malang Ditahan 14 Hari di Propam

Surabaya, ZONASATU - Paska peristiwa salah tangkap yang dilakukan anggota Satnarkoba Polresta Malang terhadap Kolonel Chb I Wayan Sudarsana yang menjabat sebagai Kasubditbinbekhar Sdircab Pushubad di Hotel Regent Park membuat Polda Jatim ikut angkat bicara, Kamis (25/3/2021).

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko membenarkan tentang peristiwa salah tangkap yang dilakukan oleh 4 orang anggota Polresta Malang.

Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan sekaligus menjaga sinergitas yang sudah terjalin baik, secara institusi Polresta Malang langsung melakukan mediasi damai dengan pihak Hubdam V/Brawijaya dengan menghadapkan keempat anggotanya untuk menyampaikan permintaan maaf.

"Tapi dari kami tidak hanya minta maaf melainkan juga akan melakukan proses dengan menindak tegas anggota yang jelas-jelas sudah melanggar SOP penindakan kepolisian tersebut" ungkapnya seperti dilansir dari Kumparan.com pada Jum'at (26/3/2021).

Dijelaskan oleh Gatot, saat ini keempat anggotanya tersebut sedang menjalani proses penahanan 14 hari oleh Propam Polresta Malang untuk dilakukan pemeriksaan intensif dan pendalaman kronologi sekaligus menunggu proses hukum yang akan ditetapkan lewat sidang kode etik.

"Untuk proses hukumnya jelas berbeda, disesuaikan dengan peran dan tugasnya masing-masing pada malam itu" tambahnya lagi.

Gatot meluruskan jika peristiwa tersebut bukan salah tangkap melainkan salah grebek yang diakibatkan dari kerancuan nomor kamar hotel yang disewa oleh target operasi (TO) Narkoba.

Awalnya petugas mendapat informasi jika TO akan menyewa sebuah kamar di hotel Regent Park membawa Narkoba jenis Inex. Namun nomor kamarnya selalu berubah terus sehingga membuat rancu petugas.

"Nah, nomor terakhir itu yang kebetulan ditempati oleh anggota TNI akhirnya digrebek yang ternyata salah kamar" jelasnya.

Dengan adanya peristiwa ini, Gatot berharap semua petugas Polri harus selalu memegang kode etik SOP penindakan Polri. Jangan sampai peristiwa ini membuat citra Polri tercoreng.

Diketahui, dampak dari kejadian ini telah menyeret nama Kapolresta Malang Kombes Pol Leonardus Simarmata untuk terlibat didalamnya. Sehingga Kapolresta Malang beserta anggotanya langsung mendatangi markas Hubdam V/Brawijaya untuk menyampaikan permintaan maafnya seperti yang diunggah oleh akun Instagram @infokomando pada 25 Maret 2021 lalu.

Editor: Himawan
Foto: Ist
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?