Saingi Black Hornet Nano, China Luncurkan Drone Terkecil Di Dunia Berbobot 35 Gram - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Friday, 5 March 2021

Saingi Black Hornet Nano, China Luncurkan Drone Terkecil Di Dunia Berbobot 35 Gram

Beijing, ZONASATU - Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah membawa perkembangan bagi dunia pesawat tanpa awak (UAV). Saat ini, diketahui UAV telah memiliki banyak bentuk dan varian. Salah satu yang mulai banyak digunakan dan menjadi sorotan adalah munculnya UAV mini dengan ukuran sebesar spidol.

Seperti yang terlihat pada International Defence Exhibition and Conference (IDEX) 2021 pekan lalu di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab dimana banyak negara-negara maju berpartisipasi untuk memamerkan teknologi canggihnya terutama dibidang peralatan militer.

Sebuah perusahaan swasta berbasis di Shenzen China bernama Huaqing Innovation memamerkan sebuah drone militer dengan ukurannya yang super mungil.

Jika diperhatikan sepintas, drone tersebut mirip Black Hornet buatan Prox Dynamics Norwegia. Sedangkan dari segi bobotnya drone buatan China ini sekitar kisaran 35 Gram.

Drone yang diberi nama Fengniao, atau berarti Hummingbird (burung kolibri) ini dirancang agar dapat mengirimkan gambar dengan resolusi tinggi atau rekaman secara real time pada jarak lebih dari 2 km.

Keunggulan Fengniao dibanding Black Hornet
Bicara soal kemampuan antara drone Black Hornet Nano buatan Norwegia dengan Fengniau China sebenarnya tidak terlalu jauh.

Drone Fengniao memiliki berat 18 gram lebih berat dari Black Hornet Nano buatan Prox Dynamics Norwegia yang memiliki panjang 10 x 2,5 cm. Tapi untuk penggunaanya, Black Hornet Nano sudah digunakan militer AS sejak 2012 lalu untuk mendukung operasi pasukan darat di Afghanistan.
Fengniao dirancang dapat mengirimkan gambar yang direkam dari jarak 400 meter. Sedangkan antara Fengniao dengan Black Hornet memiliki waktu operasi yang kurang lebih sama, yakni sekitar 20 sd 25 menit sudah harus di isi kembali batrainya.

Kelebihaan lain yang dimiliki oleh Fengniao adalah baterainya yang bisa diganti setelah penerbangan usai, tidak seperti Black Hornet yang harus dicas sampai penuh baru dioperasikan kembali. Dari sisi kemampuan kamera, Fengniao memiliki kombinasi kamera yang memungkinkan gambar panorama diambil pada ketinggian tertentu. Selain itu pada kondisi malam hari Fengniao tetap bisa dioperasikan berkat adanya kamera thermal didalamnya.

Editor: Himawan
Foto: Ist
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?