Akhirnya Terungkap! Pendeta Ini Habiskan 1 Miliar Lebih Untuk Belikan KKSB OPM Senjata SS1 Dan M4 - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Wednesday, 21 April 2021

Akhirnya Terungkap! Pendeta Ini Habiskan 1 Miliar Lebih Untuk Belikan KKSB OPM Senjata SS1 Dan M4

Papua | ZONASATU - Seorang Pendeta bernama Paniel Kogoya, yang juga sebagai kurir pembeli senjata bagi Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Intan Jaya akhirnya tertangkap.

Paniel ditangkap oleh Tim Satgas Nemangkawi pada hari senin, 19 april 2021 di dekat pasar kali Bobo, kabupaten Nabire.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan Paniel Kogoya adalah DPO polda papua atas kasus  jual beli senjata api secara Illegal untuk keperluan KKSB di Intan Jaya.

“Pelaku ini merupakan DPO dengan nomor DPO/12/I/2021/RES1.17/2021/DITRESKRIMUM tanggal 09 Januari 2021 sehubungan dengan  keterangan  tersangka DC dan FA yang telah ditangkap oleh personil gabungan di Kabupaten Nabire pada Oktober 2020 lalu, “Ungkap Kapolda kepada Pers, Selasa (20/04/21)

Menurut Kapolda, penetapan DPO kepada Paniel atas dasar pengembangan kasus jual beli senpi pada bulan Oktober 2020 lalu dimana polisi mengamankan tiga tersangka jual beli senpi di bandara Douw Nabire.
Anggota OPM dengan senjata SS2 dan M4
Dari hasil pemeriksaan kepada salah satu tersangka (DC) diketahui DC yang merupakan A-S-N dan anggota Perbakin Nabire tersebut menjual senjata api laras panjang jenis M4 dan M-16 kepada Paniel Kogoya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan kepada tersangka DC, diketahui beberapa transaksi senjata api dan amunisi dari pelaku Paniel Kogoya antara lain, membeli Senjata jenis M4 melalui DC pada bulan Juni 2019 dengan harga 300 juta, “Kata Kapolda.

Lanjutnya, Membeli Senjata jenis M16 melalui DC pada bulan Desember 2019 harga 300 juta, memesan Senjata melalui DC seharga 550 juta pada awal tahun 2020.

Selain itu diketahui bahwa pada tahun 2017, pelaku Paniel Kogoya menerima 2 (dua) pucuk Senjata Api  diantaranya 1 pucuk jenis M4 dan 1 pucuk Pistol yang dibeli dari JA. Selanjutnya diantar oleh DC didekat Gereja Adven Kalibobo, Kabupaten Nabire.

Kemudian pada tahun 2018, pelaku Paniel Kogoya menerima Senjata Api jenis M16 dari DC dan diantar didekat Gereja Adven Kalibobo, Kabupaten Nabire.
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri
Sementara itu, Kasatgas Humas Nemangkawi, Kombes Pol M Iqbal Alqudusi mengakui bila tersangka Paniel Kogoya telah empat kali melakukan transaksi pembelian senjata yaitu, total 2 pucuk senjata M-16 dan 2 pucuk senjata SS1, dengan total nilai 1,11 Milyar Rupiah.

“ Dana yang dipakai itu bersumber dari Gee Gwijangge kelompok Egianus Kogoya, dana tersebut berasal dari perampasan, perampokan serta pemerasan kepada kepala suku maupun  dana desa  di tiap desa yang di paksa Egianus untuk setor perdesa sebesar 1 Milyar, “Ungkap Kombes Iqbal.

Terhadap Paniel akan dikenakan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 tahun 1951 Jo Pasal 55 KUHP yakni, Tindak Pidana Secara bersama-sama dan Tanpa Hak Menerima, Mencoba, Memperoleh, Menyerahkan Atau Mencoba Menyerahkan, Menguasai, Membawa, Mempunyai  Persediaan Padanya Atau Mempunyai Dalam Miliknya, Menyimpan, Mengangkut, Atau Menyembunyikan Sesuatu Senjata Api, Amunisi Atau Bahan Peledak, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 tahun 1951 Jo Pasal 55 KUHPidana.

“Ancaman pidananya 10 tahun penjara, “Pungkas Kombes Iqbal. 

Editor: Himawan
Foto: Ist
Sumber: Zonasatu.co.id/Topikpapua.com

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?