Ini alasan Dorna mundurkan jadwal GP Indonesia di Sirkuit Mandalika. - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Saturday, 10 April 2021

Ini alasan Dorna mundurkan jadwal GP Indonesia di Sirkuit Mandalika.


Jakarta | ZONASATU
-
 Dalam dua hari ini berbagai media Eropa memuat kunjungan FIM dan Dorna Sports ke lokasi pembangunan Sirkuit Mandalika di Lombok, NTB, yang masih dalam taraf pembangunan. 

Tim yang datang adalah Managing Director Dorna Sports Carlos Ezpeleta yang tak lain adalah putra founder dan CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta. Tokoh muda ini didampingi personel muda FIM Loris Capirossi dan Franco Uncini yang dua-duanya mantan pembalap dan bertugas menginspeksi kelayakan sirkuit dari berbagai aspek teknis.

Capirossi juara dunia GP 125cc (1990-1991) dan GP 250cc (1998) sedangkan Uncini jadi juara dunia GP 500cc bersama Suzuki pada musim 1982.
 
Capirossi adalah salah satu rider Italia (bersama Valentino Rossi dan Max Biaggi) yang kangen dan dari dulu mendukung kembalinya MotoGP ke Indonesia. Ia ikut main saat Indonesia menggelar serial Grand Prix pada 1996 dan 1997 di Sirkuit Sentul, Bogor.

Pada edisi 1996 itu Capirossi  memacu Yamaha dan sukses naik podium di kelas 500CC mendamping Mick Doohan dan Alex Barros dari kubu Honda. Tahun berikutnya, 1997, ia masih berangkat ke Sentul; tapi sebagai rider kelas 250CC lagi bersma Aprilia dan finish P14.

Mereka bertiga singgah di Lombok pada Rabu (7-4-2021) sepulang dari dua race MotoGP di Losail, Qatar. Ketiganya tak memberikan komentar apapun kepada media sebelum lapor kepada big boss `Papa` Carmelo.

Dan, pada Jumat (9-4-2021) pagi waktu Spanyol, Carmelo keluarkan press release resmi soal GP Indonesia di Mandalika yang tadinya masuk daftar cadangan kalender 2021. Garis bawahi ya, cadangan!

Dalam keterangan resmi itu Dorna sama sekali tak menyinggung kesiapan atau kelayakan sirkuit jadi penyelenggara sirkus balap motor dunia itu. Yang pasti, katanya, trek Mandalika masih dalam daftar penyelenggara serial balap dunia lainnya, WSBK, pada 14 November.

Artinya, sirkuit sudah layak digunakan pada jadwal itu untuk kelas WSBK yang melombakan motor-motor besar produksi massal. Tentu speed-nya kalah dengan tunggangan MotoGP.

Meski demikian, WSBK juga menuntut aturan kelayakan dan aspek keselamatan yang sangat ketat dari FIM. Dan, WSBK ini juga adalah kerjaannya Dorna. Mereka yang pegang hak komersialnya. 

Dalam rilis resmi itu Carmelo sama sekali tak menyinggung isu HAM yang ramai diberitakan media luar maupun media lokal di Indonesia. Juga tak menyebut kondisi trek dan fasilitas pendukung yang masih dalam proses pembangunan.

"Kunjungan ke Lombok sangat sukses dan kami dapat memastikan bahwa Sirkuit Internasional Mandalika akan menjadi salah satu tempat terpenting dalam kalender di masa mendatang," kata Carmelo. 

"Karena pandemi Covid-19 sedang berlangsung, semua pihak sepakat untuk menggelar GP pertama di Mandalika pada paroh pertama musim kompetisi 2022, sekitar Maret 2022," imbuhnya. 

Dalam kesempatan terpisah pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir sejalan dengan apa yang dikatakan Carmelo. Erick mendukung sepenuhnya GP Indonesia digeser ke Maret 2022 dengan alasan sama, Covid-19.

"Ini selaras dengan akselerasi program vaksinasi secara nasional. Kami ingin melindungi keamanan pengunjung domestik maupun internasional," katanya.

Jadi, buat fans MotoGP di Indonesia yang jumlahnya edan-edanan dan aktif di medsos,  jelas ya kalau Mandalika tak jadi tuan rumah MotoGP pada 2021 karena Covid-19.

Bukan karena masalah sirkuit dan tetek bengek infrastrukturnya, bukan karena slot kalender 2021 sudah full, dan terlebih bukan karena isu HAM yang digelontorkan Olivier de Schutter yang mengatasnamakan PBB sementara PBB-nya sendiri anteng.

Editor: Noor Irawan
Foto: Ist
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?