Sambangi Kota Batu, Menteri Luhut dukung pembangunan Kereta Gantung dari Batu hingga Jeru - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Monday, 26 April 2021

Sambangi Kota Batu, Menteri Luhut dukung pembangunan Kereta Gantung dari Batu hingga Jeru


Batu | ZONASATU - Tiga kepala daerah wilayah Malang Raya berkumpul di Balai Kota Among Tani Pemkot Batu menyambut kedatangan Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (Senin, 26/4/2021).

Kedatangan Menteri Luhut ke Kota Batu untuk membahas proyek strategis di kawasan Malang Raya. Luhut Binsar Pandjaitan mendukung proyek strategis Kota Batu dan Malang Raya, salah satunya Kereta Gantung dari Kota Batu hingga Jeru Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.

Para kepala daerah, mulai dari Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Bupati Malang, M. Sanusi dan Wali Kota Malang, Sutiaji memaparkan potensi-potensi daerah masing-masing. Serta menguraikan proyek-proyek strategis di tiga wilayah administratif Malang Raya.

Tiga kepala daerah Malang Raya memaparkan potensi masing-masing daerahnya kepada Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke Balai Kota Among Tani Kota Batu (Senin, 26/4/2021). Kedatangan Luhut juga untuk memetakan potensi investasi di Malang Raya serta membahas proyek strategis nasional.

Beberapa proyek strategis Malang Raya yang dibahas meliputi kereta gantung, pelebaran Jalan Ir Soekarno-Jalan Pattimura, serta pembangunan Pasar Induk Kota Batu. Ketiganya berada di Kota Batu.

Sedangkan proyek strategis Kabupaten Malang meliputi pengembangan jalan tol Malang-Kepanjen dan jalur lintas selatan (JLS). Serta pembangunan rute kereta gantung Kota Batu hingga Desa Jeru, Tumpang Kabupaten Malang.

Hal ini menyambut proyek kereta gantung untuk memudahkan jangkauan wisatawan yang akan menuju Gunung Bromo. Selain itu rencana realiasasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari. Berikutnya Kota Malang juga akan berperan untuk menunjang KEK Singosari, Kabupaten Malang.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menjabarkan, pelebaran Jalan Ir Soekarno (Pendem) hingga Jalan Pattimura (Batu) untuk mengoptimalkan jalur dengan memperlebar kedua lajur 3,5 meter dan bahu jalan tiap lajur selebar 2 meter. “Dengan panjang kurang lebih 4 kilometer dan lebar 24 meter. Untuk anggaran diperkirakan mencapai Rp 75 miliar,” kata dia.

Selain itu pembangunan Pasar Induk Kota Batu dengan anggaran APBN 2021 sebesar Rp 200 miliar. Kini pencairannya masih menunggu penetapan dari Kementerian PUPR. Tentunya setelah DED disetujui oleh pemerintah pusat. Ketiga, pembangunan kereta gantung dengan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 300 miliar.

Ketiga proyek pembangunan tersebut, pihak Pemkot Batu telah melalui beberapa tahap proses prosedur. Hanya saja, dalam pertemuan itu tak dibahas sama sekali wacana tol Batu-Kediri yang sempat dilontarkan beberapa hari sebelum kunjungan Menteri Luhut.

Kota Batu Minta Dukungan Pembangunan Tiga Proyek

Dewanti pun berharap dan meminta bantuan serta dukungan penuh terkait pelaksanaan pembangunan ketiga proyeksi strategis nasional di Kota Wisata Batu. “Jika ketiga proyeksi ini bisa berjalan lancar, bisa mampu meningkatkan kunjungan wisata di Kota Batu. Kemudian mengurangi tingkat kemacetan di Malang Raya. Serta meminta untuk penambahan vaksin khusus bagi pelaku wisata dan pelajar,” ujarnya.

Bupati Malang, M Sanusi menuturkan, rencana pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen dan JLS masuk dalam Perpres 80/2019 guna mendukung akses menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional-Bromo Tengger Semeru (KSPN-BTS).

Ia mengatakan jalan tol Malang-Kepanjen diharapkan dapat mengatasi permasalahan kepadatan lalu lintas di kawasan timur Kota Malang pasca beroperasinya tol Malang-Pandaan. Maka perlu akomodasi sesuai kebutuhan kapasitas jalan koridor Malang-Kepanjen.

“Sebagai alternatif pilihan pengguna jalan dari dan ke Malang menuju Blitar atau Lumajang. Pelebaran jalan nasional Malang-Kepanjen tidak mungkin dapat dilakukan,” ucap Sanusi.

Ingin Ada Integrasi Kereta Gantung

Kolaborasi Malang Raya ditekankan Sanusi, khususnya menyambut kereta gantung dari Kota Batu. Ia menginginkan ada integrasi jalur kereta gantung dari Kota Batu menuju Desa Jeru, Tumpang, Kabupaten Malang. Kolaborasi dari tiga administrasi wilayah Malang Raya tak bia dilepaskan begitu saja karena memiliki catatan sejarah yang tak bisa dipisahkan.

“Kami siapkan 15 hektar terminal pariwisata untuk kereta gantung. Jalur dari Batu menuju Bromo diharapkan bisa dilayani dengan moda transportasi ini,” ucap dia.

Selain itu dia telah menyiapkan 120 hektar untuk pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Singosari. Kawasan ini merupakan zona terpadu, pariwisata dan pengembangan teknologi berdasarkan PP nomor 69 tahun 2019 yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif. “KEK 120 hektar sudah ada PP-nya. Nanti akan ada pengembangan dalam SDM di bidang animasi dan teknologi informasi,” imbuh dia.


Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji menuturkan Kota Malang akan mengambil peran sebagai penyangga KEK Singosari. Menurutnya Kota Malang memiliki lulusan di bidang IT sebanyak 4800 orang dan ada 624 tenaga terampil yang linear dengan sektor ekonomi kreatif.

“Mereka berasal dari 21 perguruan tinggi dari total 60 perguruan tinggi di Kota Malang. Hadirnya perguruan tinggi di Kota Malang berdampak pada peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Malang sebesar 81,45,” tutur dia.

Ia menambahkan, tiga daerah Malang Raya bisa bersama-sama mempromosikan potensi pariwisata Malang Raya. Tak lagi berkutat pada egosentris yang mengunggulkan destinasi daerahnya masing-masing. Sehingga diperlukan penguatan promosi paket wisata di tiga daerah.

“Tidak lagi parsial, hanya Kota Batu, Kota Malang atau Kabupaten Malang saja. Harus bersinergi dan jadi satu kesatuan wilayah Malang Raya. Selain itu harus dioptimalkan UMKM-nya dan sektor lainnya penunjang pariwisata,” imbuh dia.

Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan sinergi Malang Raya harus dijaga agar tetap solid. Sehingga arah pembangunan bisa selaras dan saling melengkapi. Apalagi Malang Raya memiliki SDM yang mumpuni karena berdekatan dengan perguruan tinggi.

Dia juga terpukau, jumlah UMKM di Malang Raya ada ribuan unit. Dari hasil data ekonomi yang terlihat, menurutnya UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia sehingga harus terus dihidupkan.

“Sekarang anda harus bangga dengan produk buatan Indonesia. Dan Malang ini harus memerankan itu, apalagi tadi banyak universitasnya. Sebenarnya di sini tadi banyak yang bisa kami (Pemerintah Pusat) kerjakan, seperti tadi ada jalan beberapa ratus meter yang menimbulkan kemacetan, kenapa tidak bisa diselesaikan,” katanya.

Mengenai UMKM, pihaknya akan berupaya untuk ada fasilitasi pendanaan melalui perbankan. Lalu untuk Masterplan Malang Raya menurutnya perlu adanya koordinasi yang terpadu.

“Coba dipadukan, misalnya tadi kereta gantung,” katanya. Lebih lanjut, untuk Kereta Gantung dia berharap untuk segera terealisasi. “Apalagi saya dengar masyarakatnya mau investasi di situ. Saya kira pemerintah akan fasilitasi dan ini akan bisa kami kerjakan,” tambahnya.

Ia mengatakan, proyek kereta gantung akan segera ditindaklanjuti dari Batu sampai Desa Jeru, Tumpang, Kabupaten Malang. Untuk anggaran sekitar Rp 300 miliar menurutnya tidak besar dan optimis bisa dilakukan. Dia menjelaskan pada intinya pemerintah selalu melihat efisiensi perhitungan pembiayaan yang dikeluarkan.

“Kereta gantung sudah saya sampaikan, kereta gantung ini akan segera kita follow up dari Batu sampai Desa Jeru kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Itu ada beberapa rute yang nanti akan dihitung,” katanya.

Dikatakannya harus ada keberanian untuk bisa maju dan diharapkan pemda bisa menerapkan hal itu.

“Di Malang Raya ini jumlah penduduk hampir 1,5 juta, saya kira sangat banyak pemuda yang pintar. Saya berharap itu dibangun untuk kemajuan ini,” katanya.

Kemudian dia mencontohkan hal lain seperti pembelian alat pertanian untuk bisa menggunakan produk dalam negeri.(wok/adv/aka)

Editor: Ifah Solaeman
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?