Siapa Sangka, Prajurit TNI Ini Jadi Dalang Demi Lestarikan Budaya Jawa - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Friday, 9 April 2021

Siapa Sangka, Prajurit TNI Ini Jadi Dalang Demi Lestarikan Budaya Jawa

Surabaya, ZONASATU - Era globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini, membuat sebagian masyarakat lupa akan nilai-nilai budaya yang dimilikinya. Kebudayaan yang seharusnya menjadi identitas suatu bangsa, sedikit demi sedikit mulai terkikis oleh perkembangan zaman.

Hal ini tak membuat gentar Peltu Supriyanto dalam melestarikan budaya Jawa (Indonesia). Pria asal Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini terus melestarikan budaya Jawa sekaligus mewujudkan kemanggulan TNI dengan rakyat melalui pewayangan.

Meski dirinya berstatus sebagai anggota TNI AD dari Kodam V/Brawijaya. Kecintaannya terhadap budaya Jawa tidak dibatasi. Supriyanto lantas menceritakan sejak kecil dirinya tidak asing dengan dunia dalang maupun pewayangan. Bahkan kedua orang tuanya merupakan  seorang seniman Jawa.

“Ibu saya seorang sinden dan bapak saya niogo atau pemain gendang untuk wayang dan gamelanan. Meski sudah menjadi prajurit, tapi didalam darah saya mengalir darah seni,” ungkap Supriyanto, Kamis (8/4).

Namun Supriyanto mengungkapkan jiwa seninya sempat mendapat tentangan dari sang bapak. Larangan itu diungkapkannya, lantaran sang bapak tidak ingin Supriyanto ikut merasakan hidup susah di dunia seni. Karena pada zamannya pekerja seni rata-rata hidupnya susah.

Larangan dari sang bapak tidak menyurutkan jiwa seninya. Itu dibuktikan pada saat duduk di bangku SMA, dimana dirinya dipanggil untuk pementasan wayang. Saat itu Supriyanto mengaku pertama kali pentas dan menjadi dalang di daerah asalnya yakni di Sragen pada tahun 1992.

“Karena sempat dilarang bapak, pada 1996 saya ikut kakak untuk daftar TNI. Kesempatan jadi TNI dan ikut kakak inilah yang membuat saya bisa kembali meneruskan kecintaan saya didunia pewayangan,” ucapnya.

Pria yang berdinas di Rumkitban Malang, Kesdam V/Brawijaya ini mengaku tidak ada larangan untuk dirinya pentas sebagai dalang. Bahkan dalam setahun dirinya mengaku ada 5-7 pementasan atau undangan untuk dirinya menjadi dalang. Pementasan yang paling jauh yaitu di daerah Semarang dan Madiun.

Pementasan yang paling berkesan, dikatakan Supriyanto, yaitu pada 2009 silam. Dimana dirinya diundang dalam pementasan di Lapangan Makodam V/Brawijaya. Bahkan disaksikan juga oleh Pangdam V/Brawijaya yang saat itu dijabat oleh Mayjen TNI Soewarno.

“Alhamdulillah pimpinan satuan mendukung dan tidak pernah membatasi saya. Bapak saya pun yang awalnya melarang, akhirnya menanggis bahagia melihat saya yang sebagai anggota TNI turut melestarikan budaya Jawa dengan menjadi dalang,” bebernya.

Dengan profesinya sebagai prajurit TNI, pria yang mempunyai satu orang putri ini terus mempunyai kewajiban melestarikan budaya Indonesia. Yakni dengan melestarikan budaya Jawa. Suami dari Dwi Mardiati Agustin ini pun mempunyai puluhan koleksi wayang kulit yang selalu dipakainya saat pementasan.

“Meski berjiwa korsa, tapi jiwa seni saya tetal ada dan tidak akan mati. Yaitu melestarikan budaya nenek moyang melalui wayang,” pungkasnya

Editor: Himawan
Foto: Pendam V/Brw
Sumber: Pendam V/Brw

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?