Di pisah sambut Kepala BNPB, Doni titip pesan ke Ganip Warsito - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Tuesday, 25 May 2021

Di pisah sambut Kepala BNPB, Doni titip pesan ke Ganip Warsito

Jakarta | ZONASATU
-
 Letjen TNI Dr. (H.C) TNI Doni Monardo resmi menyerahkan jabatannya sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Letjen TNI Ganip Warsito. Serah terima jabatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (25/5) di Aula Sutopo Purwo, Graha BNPB.

Serah terima jabatan tersebut dilakukan setelah Presiden Joko Widodo melantik Letjen TNI Ganip Warsito sebagai Kepala BNPB pada Selasa (25/5) pagi, di Istana Presiden. Jokowi memilih Ganip untuk menggantikan posisi Letnan Jenderal Doni Monardo yang sebentar lagi pensiun.

Dalam upacara serah terima jabatan tersebut juga, Doni Monardo menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga besar BNPB yang telah membantunya saat mengemban tugas sebagai Kepala BNPB selama 2 tahun 4 bulan.

“BNPB ini ibarat Kopassus, dalam kondisi darurat nyaris tidak pernah istirahat. Bapak akan menghadapi masyarakat sipil, yang berjiwa militan, dan rasanya sulit sekali menemukan ASN yang punya dedikasi yang luar biasa” jelas Doni kepada Ganip dalam sambutannya.
 
Doni mengatakan, butuh kekuatan stamina dan keteguhan hati yang besar untuk dapat bertugas menanggulangi bencana di Tanah air. Terlebih lagi, Indonesia merupakan salah satu dari 35 negara yang memiliki ancaman bencana tertinggi di Dunia.

Namun, penanganan bencana tersebut dapat berjalan dengan baik berkat kerja keras dan kolaborasi unsur Pentahelix berbasis komunitas (pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media).

“Hal ini mungkin tidak dimiliki oleh negara lain. Kolaborasi Pentahelixlah yang menjadi kekuatan BNPB,” kata Doni.

Tak hanya itu, Doni pun juga berpesan bahwa pencegahan bencana harus tetap menjadi program prioritas di BNPB.

Lalu dalam sambutannya, Ganip mengaku terkejut dengan penunjukan dirinya.

"Saya terkejut, kok saya yang ditunjuk jadi Ka BNPB. Saya mengerti tugasnya sangat berat. Ini tugas kemanausiaan yang bukan hanya fisik yang dituntut, tapi juga hati dan pikiran kita curahkan semuanya," kata Ganip.

Ganip mengatakan sepanjang perjalanan karirnya, ini kali pertama kali ia bertugas di luar Mabes TNI. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Staf Umum Mabes TNI. Karena itu, momen ini bagi dia terasa sangat spesial. "Kemarin saya perintahkan istri saya untuk lipat baju loreng itu (seragam TNI). Lipat dengan rapi, karena saya akan mengenakan rompi BNPB," kata Ganip.


Ganip juga mengatakan sepanjang karirnya, ia kerap mengikuti jejak Doni Monardo. Doni ia sebut adalah mentornya sejak taruna. Sebelum penunjukan menjadi Kepala BNPB, Ganip sudah pernah dua kali menggantikan Doni. 

Yang terakhir adalah saat ia menggantikan Doni di jabatan Komandan Batalyon 741/Satya Bhakti Wirottama, Singaraja Bali, pada 2001 silam. "Saya sudah merasakan beratnya mengganti Pak Doni. Karena semua sudah optimal. Ini sangat berat," kata dia.

Akan tetapi, pengalamannya di dunia militer akan menjadi modal bagi dirinya untuk bisa mengerjakan tugas-tugas kemanusiaan. "Sejak saya lahir menjadi prajurit, kita sudah dipersiapkan soal bantu-membantu ini. Banyak hal yang sudah kita lakukan walaupun tidak secara langsung," imbuh dia.

Ganip yang lahir di Magelang pada 23 November 1963 ini mengaku bahwa dia lahir dari keluarga yang merupakan seorang prajurit dengan pangkat Kapten. "Tidak ada yang istimewa dari saya. Yang saya punya sebagai prajurit adalah kesetiaan saya untuk negara," tuturnya.

Atas jabatan barunya ini, dia meminta jajarannya untuk segera transfer permasalahan yang ditangani. Kedua, menurut dia Presiden memberi arahan kondisi Covid-19 yang terus naik, kunci utama pelaksanaan PPKM mikro agar diperketat.

Untuk itu Ganip Warsito pun meminta kerja sama seluruh pihak untuk mendukungnya di jabatan barunya itu. Ganip berujar kehadirannya tak akan membawa banyak perubahan bila tanpa kerjasama seluruh personel di BNPB. Doni Monardo sendiri digantikan karena akan memasuki masa pensiun pada Juni 2021 mendatang. Selain menjabat Kepala BNPB, Doni juga mengemban tugas sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Seperti diketahui, Ganip lahir di Magelang, Jawa Tengah, 23 November 1963. Dia memulai karier di TNI setelah lulus dari akademi militer pada 1986. Selama kariernya, Ganip menjadi spesialis infanteri. 

Awal karirnya dilakukan di Yonif 527/Baladibya Yudha, Kodam V/Brawijaya yang bermarkas di Lumajang, Jawa Timur sebagai Komandan Peleton, Kasi 2/Operasi dan Komandan Kompi dan setelah itu pindah sebentar ke Yonif 516/Caraka Yudha, Kodam V/Brawijaya 

Pada 2003, saat ia berpangkat letnan kolonel, Ganip bergabung dengan Komando Daerah Militer IX/Udayana. Di Kodam IX/Udayana ganip sempat menjadi Komandan Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama serta menjabat sebagai Komandan Kodim 1605/Belu. 

Setelah itu Ganip menjabat Wakil Komandan Resimen Induk Kodam IX/Udayana. Ia juga sempat menduduki posisi wakil asisten operasi kepala staf Kodam IX/Udayana.

Pada 2014, Ganip diangkat sebagai Dirlat Kodiklat TNI AD. Pangkatnya pun naik menjadi brigadir jenderal. Setahun kemudian, ia diangkat menjadi Pangdivif 2/Kostrad yang bermarkas di Singosari, Malang. Saat itu, pangkatnya naik menjadi mayor jenderal. 

Tahun 2016 Ganip mengemban tugas menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI. Selanjutnya Ganip pernah dipercaya sebagai Panglima Kodam XIII/Merdeka (2016-2018) dan selanjutnya menjadi Asisten Operasi Panglima TNI di tahun 2018.

Karirnya pun moncer. Ganip ditunjuk sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III. Pangkat bintang tiga pun bersandar di pundaknya. Mulai 26 Januari 2021, Ganip diangkat menjadi kepala Staf Umum TNI menggantikan Letjen TNI Herindra yang ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pertahanan.

Berdasarkan catatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ganip memiliki total kekayaan Rp8,1 miliar pada 2020. Ia menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) saat menjabat Kasum TNI.

Ganip tercatat memiliki empat bidang tanah di Magelang, Sleman, Way Kanan, dan Kota Malang dengan nilai mencapai Rp7,75 miliar.

Ia tercatat memiliki dua kendaraan bermotor, yaitu mobil Toyota Fortuner tahun 2012 dan motor KTM Trail tahun 2016. Dua tunggangan itu bernilai Rp220 juta. Selain itu, ada harta bergerak lain dengan nilai Rp173 juta.

Editor: Kasiono
Foto: ist
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


UNESCO menyebutkan Indonesia berada diurutan nomor dua dari bawah soal literasi dunia yang berarti penduduk Indonesia memiliki minat baca yang sangat rendah yaitu 0,001% atau dari 1.000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca. Yuk, perkaya literasi dan biasakan membaca sampai selesai.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?