Dituding Sebarkan Hoax Terkait Konflik Papua, TNI Adukan Suara Papua ke Dewan Pers - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Monday, 24 May 2021

Dituding Sebarkan Hoax Terkait Konflik Papua, TNI Adukan Suara Papua ke Dewan Pers

Papua | ZONASATU - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III TNI merilis agenda pelaporan terhadap media daring suarapapua.com ke Dewan Pers terkait pemberitaan di Papua.

Perwira Penerangan (Papen) Kogabwilhan III Letkol Laut Deni Wahidin menuturkan TNI sangat keberatan dengan pemberitaan yang dilansir Suarapapua.com terkait konflik di bumi Cenderawasih tersebut.

"Satgas Gabungan sangat keberatan terhadap artikel yang dimuat suarapapuadotcom tersebut. Kami akan mengadukan ke Dewan Pers dalam waktu dekat," ungkap Deni dalam keterangan tertulis, Kamis (20/5/2021) seperti dikutip Antara.  

Deni menyebut berita tentang prajurit TNI menembak 3 perempuan muda hingga tewas di Gereja Kingmi, distrik Illaga, Puncak, Papua, adalah sebuah kebohongan.

Deni menambahkan, pemberitaan tersebut sebenarnya sudah dibantah dengan tegas oleh Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa. Bantahan serupa juga diungkap Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Alqudussy. Iqbal memastikan berita aparat gabungan menembak mati 3 perempuan itu hoaks.  

"Penegakan hukum kepada kelompok teroris dilakukan secara tegas dan terukur," tutur Iqbal.

Selain itu, Pendeta Menase Lebene, Ketua Klasis Gereja Kingmi di Ilaga Utara, juga mengungkap kabar tiga perempuan tewas ditembak militer itu tidak benar.

Alih-alih akan dilaporkan ke Dewan Pers, pihak redaksi Suarapapua rupanya telah mengakui bahwa berita yang berjudul "Breaking News: Militer Indonesia Tembak Mati 3 Anak Perempuan Muda di Kab. Puncak", Minggu(15/05/2021), adalah berita yang keliru dan tidak akurat.

Redaksi Suarapapua juga membenarkan pihaknya tidak mengkonfirmasi informasi tersebut kepada Satgas Nemangkawi maupun Kogabwilhan III di Timika, melainkan hanya mengutip informasi dari sumber yang tak disebut namanya.

Dalam kesempatan yang sama, Redaksi Suarapapua menyampaikan permohonan maaf kepada satgas gabungan TNI-Polri yang tengah bertugas di Papua, atas dampak yang ditimbulkan akibat berita hoaks yang mereka terbitkan dan telah mencabut berita tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pers Hendry C. Bangun menyebut pencabutan artikel Suarapapua sebagai langkah yang salah.

"Cabut berita (dapat dilakukan) kalau tidak terkait SARA, kesusilaan, dan masa depan anak, tidak bisa asal cabut. Yang boleh adalah ralat," tutur Hendry.

Hendry menambahkan, berita belum terkonfirmasi namun telah ditayangkan tidak bisa dihapus begitu saja.  Seyogyanya pihak redaksi media terkait meralat dan menautkan pada berita sebelumnya agar pembaca mengetahui bahwa informasi yang diterbitkan salah.  Ia juga menuturkan, semua pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan itu, dapat mengadu pada Dewan Pers.

"Bisa diadukan (ke Dewan Pers), karena salah memahami Pedoman Pemberitaan Media daring," pungkasnya.

Editor: Devina
Foto: Ist
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


UNESCO menyebutkan Indonesia berada diurutan nomor dua dari bawah soal literasi dunia yang berarti penduduk Indonesia memiliki minat baca yang sangat rendah yaitu 0,001% atau dari 1.000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca. Yuk, perkaya literasi dan biasakan membaca sampai selesai.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?