Jatim Raih WTP 10 Kali, Khofifah: Jadi Penyemangat Kerja - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Friday, 28 May 2021

Jatim Raih WTP 10 Kali, Khofifah: Jadi Penyemangat Kerja

Surabaya | ZONASATU - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2020.

"Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak, seperti BPK RI atas pendampingan dan bimbingan teknis, DPRD Jatim atas fungsi pengawasan serta strong partnership, kerja keras dan koordinasi yang terjalin, juga seluruh Aparatur Sipil Negara Pemprov," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (27/5/2021), seperti dikutip dari Antara.

Keberhasilan Jatim meraih opini WTP kesepuluh kalinya tersebut juga menjadi pelecut semangat untuk terus bangkit dan pulih dari krisis pandemi COVID-19.

Khofifah berharap opini WTP dapat menjadi penyemangat seluruh jajaran Pemprov Jatim untuk bekerja dan melayani masyarakat lebih baik lagi ke depan sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat dan menjadi modal dasar dalam mendukung pelaksanaan program-program pemerintah selanjutnya.

"Saya berharap ini menjadi penyemangat kami untuk terus meningkatkan kinerja administrasi pengelolaan keuangan menjadi lebih baik lagi. Tidak hanya efektif, tapi juga efisien, akuntabel, dan transparan," ucap dia.

Sementara itu, terkait temuan-temuan LHP BPK, Pemprov Jatim segera menindaklanjuti ke OPD sesuai rekomendasi yang diberikan, termasuk berbagai temuan mulai dari tahun 2005 sampai dengan 2020.

Pemprov Jatim, kata Khofifah, akan melakukan koordinasi bersama seluruh OPD dengan inspektorat Provinsi Jatim.

"Meskipun sudah banyak yang berpindah penanggung jawab di masing-masing OPD, namun kami siap mengejar kembali apa yang menjadi catatan dan temuan tersebut menjadi prioritas," kata orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

BPK Apresiasi
Anggota V BPK RI Bahrullah Akbar mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kerja sama serta komitmen dalam mendukung penyelenggaraan tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel.

Menurut ia, pemeriksaan bertujuan memberikan opini tentang penyajian kewajaran laporan keuangan.

Opini tersebut didasarkan pada kriteria yakni kesesuaian dengan standar akuntansi, kecukupan terhadap pengungkapan, kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, serta efektivitas sistem pengendalian internal.

"Terkait adanya beberapa temuan yang masih ada, salah satunya tentang belanja hibah, kami berikan rekomendasi kepada Gubernur Khofifah untuk memerintahkan kepala OPD terkait menindaklanjutinya," kata Bahrullah Akbar.

Editor: Cassandra
Foto: Ist
Sumber: Liputan6.com

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


UNESCO menyebutkan Indonesia berada diurutan nomor dua dari bawah soal literasi dunia yang berarti penduduk Indonesia memiliki minat baca yang sangat rendah yaitu 0,001% atau dari 1.000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca. Yuk, perkaya literasi dan biasakan membaca sampai selesai.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?