KST OPM Kelompok Lamek Taplo Gunakan Senjata Organik Milik Korban Helikopter MI 17 yang Jatuh - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Monday, 24 May 2021

KST OPM Kelompok Lamek Taplo Gunakan Senjata Organik Milik Korban Helikopter MI 17 yang Jatuh

Serpihan Heli MI-17 yang jatuh pada Jumat (28/06/2019) silam, di Pegunungan Mandala, Pegunungan Bintang, Papua. (Foto : Istimewa)
Papua | ZONASATU
-
 Baru-baru ini Danrem 172/Praja Wira Yakhti, Brigjen TNI Izak Pangemanan mengungkap  fakta baru mengenai senjata yang digunakan Kelompok Separatis Teroris (KST) OPM pimpinan Lamek Taplo. 

Izak menuturkan senjata api yang digunakan KST OPM tersebut merupakan senapan organik milik prajurit TNI yang gugur dalam kecelakaan jatuhnya helikopter MI-17 di Pegunungan Mandala, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Juni 2019 silam. 

"Benar (senjata api) yang digunakan KST pimpinan Lamek Taplo dari helikopter MI17 yang membawa 12 prajurit TNI," ungkap Izak pada Antara, Jumat (21/05/2021). 

Izak membeberkan senjata itulah digunakan untuk menyerang Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) di Serambakon, Pegunungan Bintang, Papua, Selasa malam (18/05/2021). 

"Kontak (baku tembak) terjadi saat kendaraan yang ditumpangi anggota dari Yonif 310/KK dan Yonif 403/WP mogok, dan beberapa (anggota) turun untuk memperbaiki dan mendorong mobil.  Tiba-tiba pasukan ditembaki, terjadilah baku tembak, " tutur Izak. 

Dalam kejadian penyerangan tersebut, sebanyak 4 personel mengalami luka-luka di bagian kaki akibat rekoset (pantulan) peluru yang mengenai aspal saat mendorong mobil. Empat anggota yang terluka adalah Serda Sukrisdianto dan Pratu Romi dari Yonif 403/WP, Serka Dian Hardiana dan Praka Kuku Ismail dari Yonif 310/KK. 

"Para korban yang saat ini masih dirawat di RST Marthen Indey, Jayapura," pungkas Izak.

Editor: Devina
Foto: Ist
Sumber

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


UNESCO menyebutkan Indonesia berada diurutan nomor dua dari bawah soal literasi dunia yang berarti penduduk Indonesia memiliki minat baca yang sangat rendah yaitu 0,001% atau dari 1.000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca. Yuk, perkaya literasi dan biasakan membaca sampai selesai.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?