Ingin Roadtrip menggunakan campervan, ini kiat memilihnya - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Sunday, 6 June 2021

Ingin Roadtrip menggunakan campervan, ini kiat memilihnya


Jakarta | ZONASATU
-
 Melakukan perjalanan darat untuk berwisata maupun piknik (roadtrip) menjadi salah satu alternatif favorit liburan saat pandemi.

Sebagian masyarakat mungkin ingin menghabiskan akhir pekan dengan berlibur bersama teman atau keluarga, namun masih cemas terhadap penularan COVID-19 jika harus bermalam di penginapan.

Jika Anda benar-benar ingin berlibur setelah di rumah karena COVID-19, mungkin Anda bisa mencoba piknik menggunakan mobil kemping atau campervan.

Roadtrip menggunakan campervan hingga trailer juga kian diminati oleh berbagai pelancong di seluruh dunia karena ruangnya yang luas, praktis, dan tampilan klasik yang memanjakan mata.

Karena dengan berkelana membawa campervan juga membuat Anda tidak perlu repot menaiki angkutan umum atau pesawat menuju destinasi liburan Anda.

Fabrizio Muzzati, pemilik usaha campervan Aquiestoy Caravaning mengatakan banyak orang yang memilih campervan sebagai alternatif wisata domestik.

"Pada saat seluruh dunia sangat mencari rasa aman, ada banyak orang yang mencoba (campervan) karena keadaan," kata Fabrizio.

Bisnis penyewaan campervan pun menjadi lebih ramai, kata asosiasi campervan ASEICAR, memprediksi bahwa bisnis itu dapat menghidupkan kembali pariwisata pada musim panas.


Nah, bagi Anda yang tertarik untuk mencoba berpergian dengan campervan atau trailer, terutama yang berusia klasik maupun bekas, terdapat sejumlah kiat sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli dan memodifikasinya sendiri. Berikut rangkumannya, dikutip dari USA Today, Minggu.

Kebanyakan trailer atau campervan klasik dibuat di tahun 1970-an atau lebih tua. Kendaraan di tahun-tahun itu tersebut, terutama 70-an dinilai paling aman untuk dipilih karena bentuknya yang ramping dan karena mereka sering kali dibuat dari bahan yang lebih baik.

Trailer klasik semakin populer, gaya vintage telah menjamur di seluruh Amerika Serikat dan negara-negara lain. Pandemi pun membuatnya kian diminati.

Ketika dibeli dengan bijak, sebuah trailer vintage memungkinkan pemiliknya untuk menikmatinya selama bertahun-tahun, dan, jika dijual bertahun-tahun kemudian, kemungkinan menutup harga yang dibayarkan, atau bahkan lebih.

Di Amerika, harga umum untuk trailer vintage “fixer” dapat berkisar dari 500 dolar AS (sekira Rp7,1 jutaan) hingga 3 ribu dolar AS (sekira Rp42,8 jutaan) atau lebih, tergantung pada pekerjaan atau perbaikan dan modifikasi yang harus dilakukan dan diinginkan. Kelemahannya adalah biaya pembangunan kembali yang terlalu besar dan investasi waktu yang besar.

Jika mencari trailer vintage, lakukan pencarian harian untuk "trailer vintage" di mesin pencarian dan e-commerce lokal, hingga Facebook Marketplace, dan halaman surat kabar -- yang mungkin saja menampangkan iklan trailer atau van idaman.

Kemudian bersiaplah untuk beberapa pemeriksaan serius. Anda bisa mengajak teman yang tahu soal pertukangan kayu dan trailer untuk melihat-lihat. Intip ke semua sudut tersembunyi dan di bawah trailer dengan senter untuk mencari tanda-tanda kerusakan air, baik di dasar dinding, lantai, di sekitar jendela interior atau lapisan atap.

Dibeli dengan bijak dan dirawat dengan baik, seseorang dapat mengembalikan investasi bertahun-tahun kemudian, bahkan mungkin melihat beberapa apresiasi dalam nilai yang terkandung di dalamnya.

Editor: Noor Irawan
Foto: Ist
Sumber: Ant

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


UNESCO menyebutkan Indonesia berada diurutan nomor dua dari bawah soal literasi dunia yang berarti penduduk Indonesia memiliki minat baca yang sangat rendah yaitu 0,001% atau dari 1.000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca. Yuk, perkaya literasi dan biasakan membaca sampai selesai.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?