Komisi III DPR bahas Pagu Anggaran, BNPT minta tambah anggaran untuk penanganan teroris Papua - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Thursday, 3 June 2021

Komisi III DPR bahas Pagu Anggaran, BNPT minta tambah anggaran untuk penanganan teroris Papua


Jakarta | ZONASATU
-
 Komisi III DPR RI melaksanakan rapat dengar pendapat dengan tiga lembaga yakni Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pada Kamis (3/6/2021).

Pimpinan Rapat sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh mengatakan pihaknya mengadakan rapat untuk mendengarkan alasan usulan pagu anggaran pada 2022 yang kebanyakan meningkat dibandingkan tahun ini. 

"Kita ingin mendapatkan penjelasan perihal pagu indikatif beserta alasannya. Hasil pemeriksaan BPK pada semester I 2020," ujar Khairul Saleh di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Jakarta.

Ia menyebutkan setiap lembaga tersebut nantinya harus menjelaskan pagu anggaran awal, refocusing, dan pagu indikatif 2022. Selain itu ketiga lembaga ini diminta menyampaikan hasil pemeriksaan BPK pada semester I 2020. 

"Untuk BNN pagu anggaran awal Rp1,6 triliun, BNPT Rp515 miliar, dan LPSK Rp79,4 miliar," tambah Khairul Saleh.

Sementara ralam kesempatan tersebut BNPT mengajukan usulan tambahan anggaran tahun 2021 sebesar Rp 46.835.620.000. Yang mana tambahan anggaran tersebut hingga kini belum mendapatkan persetujuan.

"Sampai saat ini sedang susun kembali usulan anggaran tambahan tahun 2021 dan pagu anggaran BNPT tahun 2022 dan sudah dibahas dalam rapat trilateral meeting dengan Bapak Bappenas dan Menteri Keuangan pada 28 Mei 2021 namun belum mendapatkan persetujuan," kata Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar saat rapat RAPBN tersebut 

Boy mengatakan tambahan anggaran hingga Rp 46 miliar tersebut terperinci ke dalam 12 poin. Beberapa poin berkaitan dengan ancaman terorisme di wilayah perbatasan Provinsi Papua.

"Merespons hal tersebut BNPT kembali usulkan 12 tambahan anggaran tahun 2021 dengan nilai total sebesar Rp 46.835.620.000," ucapnya.

Berikut ini rincian tambahan anggaran BNPT yang disampaikan langsung oleh Boy di depan Komisi III DPR:

1. Pengawasan ancaman terorisme di wilayah perbatasan Provinsi Papua Rp 1.393.537.000.

2. Pelaksanaan deradikalisasi di dalam lapas khusus Wilayah Papua dan Papua Barat Rp 1.243.704.000

3. Identifikasi, identifikasi prapembinaan dan pembinaan kepada sasaran deradikalisasi di Provinsi Papua dan Papua Barat Rp 7.624.055.000.

4. Sosialisasi peraturan BNPT nomor 3 tahun 2020 tentang pedoman perlindungan sarana dan prasarana objek vital yang strategis dan fasilitas publik dalam pencegahan tindak pidana terorisme dan preassesment Rp 1.454.417.000

5. Sekertariat bersama pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan ekstemis berbasis kekekerasan yang mengarah pada terorisme Rp 3.000.000.000

6. Kegiatan operasi pemetaan jaringan pengamanan terhadap fasilitas publik di Provinsi Papua tahun anggaran 2021 Rp 1.000.500.000

7. Forum koordinasi pencegahan terorisme Provinsi Papua Rp 15.680.056.000

8. Kegiatan identifikasi dan assessment korban aksi terorisme Rp 8.552.056

9. Kebutuhan penanganan COVID-19 pada Klinik Pratama BNPT Rp 1.266.920.000

10. Melaksanakan rapat penyusunan pedoman pembinaan terhadap Napiter KKB di Lapas Khusus Kslas 2b Sentul Rp 662.357.000

11. Kegiatan kontra radikalisasi Rp 2.172.436.000

12. Pembangunan pagar gedung pusat BNPT Jakarta Rp 10.219.735.000.

Editor: Sofyan Ahmad
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


UNESCO menyebutkan Indonesia berada diurutan nomor dua dari bawah soal literasi dunia yang berarti penduduk Indonesia memiliki minat baca yang sangat rendah yaitu 0,001% atau dari 1.000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca. Yuk, perkaya literasi dan biasakan membaca sampai selesai.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?