Prabowo akan Nego langsung dengan Produsen dalam pengadaan Alutsista TNI - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Sunday, 13 June 2021

Prabowo akan Nego langsung dengan Produsen dalam pengadaan Alutsista TNI


Jakartta | ZONASATU
-
 Untuk mengantisipasi campur tangan mafia terkait pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto akan melakukan negosiasi langsung dengan negara produsen.

Prabowo Subianto menegaskan akan menertibkan mark up anggaran pembelian alat utama sistem pertahanan (alutsista). Prabowo sedang menata sistem untuk mencegah praktik penyelewengan anggaran dalam pengadaan alutsista di Indonesia.

“Itu (mark up) terjadi di mana-mana dan itulah yang mau kita tertibkan. Sekarang, itu yang mau saya tertibkan. Sekarang saya dapat perintah dari presiden. Saya sedang menata. Jadi kita minimalkanlah kemungkinan-kemungkinan yang tidak benar,” ucap Prabowo seperti dikutip dari kanal Youtube Deddy Corbuzier, Minggu (13/6/2021).

Negosiasi seperti ini, kata Prabowo, akan menjadi sistem setiap Indonesia melakukan pengadaan alutsista. Hal ini, katanya, dalam upaya menertibkan, sekaligus meminimalisasi potensi keterlibatan mafia dalam pengadaan alutsista.

“Kita mau tertibkan, mau minimalkan (potensi keterlibatan mafia). Caranya bagaimana, ya kita susun suatu sistem. Sistemnya apa? Jadi sekarang banyak yang saya lakukan, saya negoisasi langsung dengan produsen,” ujar Prabowo. 

Alumni Akmil tahun 1973 ini mengatakan, dengan cara tersebut, ia juga bisa mengetahui berapa harga alutsista yang dibidik. Prabowo sendiri tak menutup mata adanya mafia alutsista.

Karena itu, sebisa mungkin ia meminimalisasi keterlibatan mafia agar alutsista yang diincar bisa terealisasi.

Cara lain yang dilakukan Prabowo dalam mengantisipasi keterlibatan mafia adalah dengan menggandeng Kejaksaan Agung, Badan Pengawasan Keungan dan Pembangunan (BPKP), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurut pria yang pernah menjabat sebagai Pangkostrad ini, keterlibatan ketiga instansi tersebut untuk memeriksa semua kontrak sebelum kontrak tersebut efektif dengan negara produsen.

“Jadi kontrak itu kan ada beberapa tahap, jadi ada kontrak awal, habis itu ada kondisi-kondisi yang harus dipenuhi. Dalam perjalanan ini saya akan minta Kejaksaan, BPKP, dan BPK,” ucap mantan Danjen Kopassus TNI-AD ini.

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berencana membeli alutsista dengan anggaran Rp 1.700 triliun.

Rencana pengadaan alutsista senilai Rp 1.700 triliun tertuang dalam dokumen Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024.

Berdasarkan rancangan tersebut, pengadaan alutsista ini bisa dilakukan dengan skema peminjaan dana asing alias utang.

Belakangan, Kemenhan membantah nilai pengadaan alutsista itu dan pembahasan rancangan tersebut belum final. 

Editor: Himawan Aji
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


UNESCO menyebutkan Indonesia berada diurutan nomor dua dari bawah soal literasi dunia yang berarti penduduk Indonesia memiliki minat baca yang sangat rendah yaitu 0,001% atau dari 1.000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca. Yuk, perkaya literasi dan biasakan membaca sampai selesai.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?