Eks. Sestama BNPT, Mayjen Untung Budiharto ditunjuk sebagai Pangdam Jaya - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Thursday, 6 January 2022

Eks. Sestama BNPT, Mayjen Untung Budiharto ditunjuk sebagai Pangdam Jaya

Mantan Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (Sestama BNPT) Mayjen TNI Untung Budiharto ditunjuk Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Panglima Komando Daerah Militer Jakarta Raya (Pangdam Jaya) menggantikan Mayjen TNI Mulyo Aji yang dipromosikan menjadi Sekretaris Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Sesmenko Polhukam).                                                                                                                                 (Foto : PMD BNPT) 

Jakarta | ZONASATU
-
 Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menunjuk Mayor Jenderal (Mayjen( Untung Budiharto sebagai panglima Kodam (Pangdam) Jaya. Dalam salinan yang didapat Republika pada Kamis (6/1), Untung menggantikan Mayjen Mulyo Aji yang dipromosikan sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Seskemenko Polhukam). Dengan jabatan barunya tersebut, Mulyo akan menyandang pangkat Letnan Jenderal (Letjen).

"Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/5/I/2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia," demikian salinan keputusan Andika soal pergantian Pangdam Jaya yang diteken Kepala Setum TNI Brigjen Edy Rochmatullah ditetapkan di Jakarta pada 4 Januari 2022.
 
Kapala Penerangan (Kapendam) Jaya, Letkol Cpm Dwi Indra Wirawan,pun juga membenarkan mengenai adanya mutasi Pangdam Jaya tersebut.  “Betul. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan acara serah terima jabatan Pangdam Jaya dari Mayjen TNI Mulyo Mulyo Aji, M.A kepada Mayjen TNI Untung Budiharto,” ujar Kapendam Jaya, di Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Keputusan yang diambil Andika tersebut juga merujuk Keputusan Presiden RI Nomor 3/TPA Tahun 2022 tanggal 3 Januari tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kemenko Polhukam.

Salinan keputusan tersebut ditembuskan kepada Menko Polhukam Mahfud MD, para kepala staf angkatan, kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Irjen TNI, kepala Bais TNI, Sekretariat Militer Presiden Kementerian Sekretariat Negara, hingga Komandan Denma TNI.

Sekadar diketahui, Untung Budiharto merupakan alumni Akademi Militer angkatan 1988 dari kecabangan infanteri. Awal karirnya dibesarkan di Pasukan 'Baret Merah', Kopassus TNI-AD. Bahkan dirinya juga termasuk dalam salah satu dari anggota Tim Mawar yang dibentuk Menteri Pertahanan, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto pada tahun 1990-an saat menjabast sebagai Danjen Kopassus.

Selepas dari Kopassus karirnya melejit. Beberapa jabatan strategis pun telah diembannya mulai menjabat sebagai Komandan Yonif 733/Masariku (2004—2005), Dandim 1504/Ambon (2005—2006), Kasrem 151/Binaiya (2007—2009), Asren Kopassus (2009—2010)Danrindam IV/Diponegoro (2012—2013), Danrem 045/Garuda Jaya (2013—2014) dan Irdam XVIII/Kasuari (2016—2017).

Karir Untung pun kembali moncer saat pangkat bintang satu diraihnya dengan menempati posisi sebagai Waasops Kasad (2017—2019), Kasdam I/Bukit Barisan (2019—2020) dan Direktur Operasi dan Latihan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Diropslat Basarnas) di tahun 2020.

Pangkat bintang dua pun diraih saat menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (Sestama BNPT) di kurun waktu 2020-2021 hingga akhirnya menduduki jabatan Staf Khusus Panglima TNI sampai Pangdam Jaya saat turunnya Skep Panglima TNI yang baru ini.

Adapun Mulyo Aji yang menjabat sebagai Sesmenkopolhukam merupakan Abituren Akmil tahun 1987 dan pernah menjabat Asisten Personel KSAD pada 2020-2021, kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat pada 2018-2020.

Saat masih berpangkat Kolonel, Mulyo pernah menjabat sebagai Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) Iskandar Muda (2010—2011)Paban III/Binkar Spersad (2011—2012), Komandan Korem 074/Warastratama (2012—2014) yang bermasrkas di Kota Solo dan Inspektur Kodam (Irdam) III/Siliwangi. 

Editor: Setiawan
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


UNESCO menyebutkan Indonesia berada diurutan nomor dua dari bawah soal literasi dunia yang berarti penduduk Indonesia memiliki minat baca yang sangat rendah yaitu 0,001% atau dari 1.000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca. Yuk, perkaya literasi dan biasakan membaca sampai selesai.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?